Mengukir Sejarah Baru, PAD Tembus RP 1,2 Triliun Dan Raih Rekor MURI Pada HUT Ke-242 Kota Pekanbaru

Pekanbaru, Galamedia.co.id — Momentum Hari Jadi ke-242 ini menjadi penegasan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius yang dalam sekitar satu tahun empat bulan terakhir mulai menunjukkan capaian nyata, mulai dari pertumbuhan ekonomi sebesar 7,91 persen, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi Rp1,2 triliun, hingga berbagai program pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Selama lebih dari dua abad perjalanan sejarahnya, Pekanbaru telah berkembang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian Provinsi Riau. Kota ini tidak lagi sekadar menjadi ibu kota provinsi, tetapi juga menjadi barometer pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah Sumatera bagian tengah.

Pada usia ke-242 tahun, Pemerintah Kota Pekanbaru berupaya menjadikan peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan. Perayaan diarahkan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mendorong pembangunan yang lebih konkret dan berdampak langsung.

Tema “Berkolaborasi Menjadi Aksi” menjadi pesan utama bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, akademisi, komunitas, tokoh masyarakat, hingga warga harus terlibat dalam proses pembangunan agar hasilnya benar-benar dirasakan secara luas.

Dalam konteks tersebut, sejumlah indikator pembangunan mulai menunjukkan tren positif. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada Triwulan I Tahun 2026 yang mencapai sekitar 7,91 persen.

Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan ini didorong oleh menguatnya konsumsi masyarakat, meningkatnya investasi, serta tumbuhnya aktivitas usaha di berbagai sektor.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi sinyal bahwa roda perekonomian kota bergerak lebih cepat dibandingkan banyak daerah lainnya. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain pertumbuhan ekonomi, capaian penting lainnya terlihat dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah Kota Pekanbaru mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri karena berhasil meningkatkan PAD dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun.

Peningkatan tersebut dicapai melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi pelayanan publik, serta meningkatnya kepatuhan wajib pajak. Langkah ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi yang dilakukan mulai menghasilkan dampak nyata terhadap kemampuan fiskal daerah.

Kenaikan PAD memiliki arti strategis karena semakin besar pendapatan daerah, semakin besar pula ruang fiskal yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Di sisi lain, realisasi sejumlah janji politik juga mulai terlihat. Salah satu yang paling dirasakan masyarakat adalah kebijakan penurunan tarif parkir melalui Peraturan Wali Kota Nomor 2 Tahun 2025.

Melalui kebijakan tersebut, tarif parkir kendaraan roda dua ditetapkan menjadi Rp1.000 dan kendaraan roda empat Rp2.000 untuk sekali parkir. Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus upaya menciptakan tata kelola parkir yang lebih tertib.

Sektor infrastruktur juga menjadi fokus utama pembangunan. Pemerintah Kota Pekanbaru memprioritaskan perbaikan jalan rusak, pembangunan jalan mantap, penataan drainase, serta penanganan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan klasik perkotaan.

Pemeliharaan jalan lingkungan telah dilaksanakan sepanjang 7.000 meter. Program tersebut disertai pembersihan lingkungan dan saluran drainase di seluruh 15 kecamatan.

Langkah tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas kawasan permukiman, tetapi juga menjadi strategi untuk meminimalisir potensi banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat.

Meski demikian, tantangan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pertumbuhan kota yang cepat menuntut pembangunan yang lebih agresif dan berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi secara optimal.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah kota. Selama bertahun-tahun, pengelolaan sampah menjadi salah satu isu yang paling sering dikeluhkan masyarakat.

Sebagai solusi, Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan. Lembaga ini bertugas mengangkut sampah rumah tangga setiap hari untuk mencegah penumpukan di lingkungan warga.
Selain itu, gerakan memilah sampah dari sumber terus digencarkan melalui program Green City.

Pemerintah melibatkan ASN dan tenaga non-ASN sebagai contoh dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pengangkutan, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat secara kolektif.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga terlihat dari peluncuran uji coba bus listrik. Kehadiran moda transportasi ramah lingkungan ini menjadi langkah awal menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih modern.

Bus listrik diharapkan mampu mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Pada sektor pendidikan, Pemerintah Kota Pekanbaru menghadirkan program transportasi gratis bagi pelajar. Program ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum sejak usia dini.

Sementara itu, sektor ekonomi kerakyatan juga terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan UMKM. Pemerintah memberikan subsidi bunga pinjaman, bantuan usaha, serta mendorong lahirnya wirausaha baru.

Program tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan Kota Pekanbaru hingga sekitar 3,1 persen. Capaian ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi mulai berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di bidang pelayanan publik, inovasi terus dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada warga. Salah satu inovasi unggulan adalah Mobil AMAN atau Administrasi Mudah, Aman, dan Nyaman yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru.

Melalui layanan jemput bola tersebut, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan lebih mudah, cepat, dan dekat dari lingkungan tempat tinggal mereka.

Kehadiran Mobil AMAN menjadi contoh bahwa pelayanan publik tidak lagi menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintah, melainkan pemerintah yang hadir langsung ke tengah masyarakat.

Memasuki peringatan Hari Jadi ke-242, Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan sebanyak 48 rangkaian kegiatan yang memadukan pelayanan publik, kegiatan sosial, olahraga, budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada warga. Beberapa program yang dilaksanakan antara lain penghapusan sanksi administratif atau denda pajak daerah hingga 31 Agustus 2026.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan pemasangan instalasi listrik gratis bagi 2.000 rumah warga kurang mampu serta pelaksanaan sunatan massal gratis bagi ribuan anak.

Program-program tersebut menunjukkan bahwa semangat KolaborAksi diterjemahkan dalam bentuk kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menghadirkan layanan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) gratis selama tiga hari serta parkir gratis di sejumlah titik selama perayaan berlangsung.

Promosi produk UMKM turut menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan HUT Kota Pekanbaru. Langkah ini bertujuan memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Puncak perhatian publik tertuju pada penyelenggaraan Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer. Festival ini menjadi ikon utama perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru.

Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari dan menjadikan festival tersebut sebagai salah satu acara yang paling ramai dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, tingginya jumlah pengunjung disebut berada di luar ekspektasi Pemerintah Kota Pekanbaru selaku penyelenggara.

Festival tersebut bukan sekadar perayaan kuliner. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi representasi bahwa budaya Melayu tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.

Keberhasilan festival semakin lengkap setelah berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Sajian Kue Talam Ketan Durian Terpanjang.

“Penghargaan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Pekanbaru sekaligus bukti bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu melahirkan karya yang mengangkat identitas budaya Melayu ke tingkat nasional.
Pengakuan dari MURI juga menjadi kado istimewa dalam peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 Tahun 2026,”jelas Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, Minggu (21/06/2026).

Pada akhirnya, perayaan HUT ke-242 Kota Pekanbaru menjadi lebih dari sekadar peringatan usia. Di balik angka 242 tahun, terdapat pesan penting bahwa pembangunan harus terus bergerak dari slogan menuju aksi nyata.
Tema KolaborAksi hanya akan memiliki makna apabila seluruh capaian yang telah dirintis mampu dijaga konsistensinya.

Sebab ukuran keberhasilan pembangunan bukan terletak pada banyaknya program yang diumumkan, melainkan pada seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. ADV

Comments (0)
Add Comment